Monday, December 14, 2009

Ukhuwah persahabatan

Dalam persaudaraan atau persahabatan sejati, hubungan terjalin demi kebaikan mencapai redha Allah. Karena kebaikan merupakan sesuatu yang tidak pernah berubah, hubungan mereka yang diikat secara hakiki tidak akan hancur termakan dek usia, dan tak akan punah termakan zaman jua. Kasih sayang mereka berlangsung abadi, kekal sepanjang masa. Mereka saling memberi dan menerima. Saling menasihati dalam menuju kebaikan dan menguatkan sesama sendiri dalam kesabaran demi mencapai redha Allah s.wt. yakni itulah sahaja tuhan yang layak disembah dan untuk memohon pertolongan.

‘Aisyahradhiyallahu ‘anha menuturkan: “Setiap kali disampaikan kepada beliau sesuatu yang kurang berkenan dari seeorang, beliau tidak mengatakan: “Apa maunya si ‘Fulan’ berkata demikian!” Namun beliau mengatakan: “Apa maunya ‘mereka’ berkata demikian!” (HR. At-Tirmidzi).

Anas bin Malik menceritakan: “Pernah suatu kali seorang lelaki datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan bekas celupan berwarna kuning pada pakaiannya (bekas za’faran). Biasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat jarang menegur sesuatu yang dibencinya pada seseorang di hadapannya langsung. Setelah lelaki itu pergi, beliau pun berkata: “Alangkah bagusnya bila kalian perintahkan lelaki itu untuk menghilangkan bekas za’faran itu dari bajunya.”
(HR. Abu Daud & Ahmad).

Abdullah bin Mas’ud berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Inginkah aku kabarkan kepadamu oang yang diselamatkan dari api Neraka, atau dijauhkan api Neraka darinya? Yaitu setiap orang yang ramah, lemah lembut dan murah hati.” (HR. At-Tirmidzi).

“SAHABAT” tu seperti bintang yang cahayanya kian jauh kian gemerlap, keindahan cahayanya selalu dinanti oleh penjelajah kompas bumi , Terkadang redup, namun tak menghilangkan keindahan cahayanya , ia tetap ada dan setia menemani bulan dalam gelapnya alam dimalam hari. Sahabat tak pernah dimiliki seutuhnya namun tak bisa dilupakan , selama degupan jantung masih berdeyut, bahkan ia akan kekal hingga dipertemukan pada zaman yang di tentukan di alam barzah, Nan selalu ada di dalam hati yang amat dalam.

Dari Abu Ayyub Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak halal bagi muslim memutuskan persabatan dengan saudaranya lebih dari tiga malam. Mereka bertemu, lalu seorang berpaling dan lainnya juga berpaing. Yang paling baik di antara keduanya ialah memulai mengucapkan salam. Muttafaq Alaihi.

Ku ajak engkau untuk mencari makna persahabatan yang hakiki dan nilainya, yang hanya bisa ditemukan ketika persahabatan itu kau sandarkan pada persaudaraan ilahiyyah… Rabbul izzati

2 comments:

mye said...

assalammualaikum...
salam perkenalan..
nice blog..

Ihya-Ulumiddin said...

Waalaikumsalam wbt,

Terima Kasih.

Alhamdulillah atas pujian kamu. =)

Salam perkenalan juga. jika punya sebarang pertayaan @ perkongsian amat dialu-alukan disini.

insyaAllah.